KNPI Ajak Pemuda Indonesia Songsong MEA 2015

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 24 Juli 2015, 14:06 WIB
KNPI Ajak Pemuda Indonesia Songsong MEA 2015
Samuel F. Silaen/net
rmol news logo Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) berulang tahun yang ke-42 pada tanggal 23 Juli. Berbicara mengenai dinamika pemuda atau KNPI, adalah dengan melihat perkembangan tingkah-tingkah laku pemuda yang lebih terarah dapat dipergunakan pada tujuan-tujuan hidupnya kelak, akan tetapi sifat yang dinamis.

Hal ini sampaikan Samuel F. Silaen selaku ketua Dewan Pengurus Pusat KNPI di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP KNPI Fahd Arafiq. Dalam hari ulang tahun KNPI ke 42 ini, bahwa munculnya keinginan menunjukkan sikap-sikap berani, tentu yang dimaksud pemuda dalam hal ini adalah bukan semata mereka yang berusia relatif muda namun lebih daripada itu adalah mereka yang memiliki mimpi dan cita-cita besar serta memiliki kemauan yang kuat untuk merealisasikan mimpi dan cita-cita yang besar tersebut dalam setiap derap dan langkahnya.

"Bukan pemuda yang mudah mengeluh dan tidak peduli atas persoalan dan tantangan bangsa (apatisme) atau pemuda yang hanya memandang suatu masalah akan menjadi masalah baginya apabila masalah tersebut bersinggungan langsung dengan dirinya (individualisms)," ungkap Samuel dalam surat elektroniknya kepada redaksi, Jumat (24/7).

Demikianlah pemuda sekarang yang memiliki paradigma individual dan apatis itu meskipun memiliki usia yang muda namun tua sebelum waktunya lantaran jiwanya yang sangat tua renta dan hanya bisah bermimpi atau lebih tepatnya berangan-angan, maka pemuda demikian tentu tidak dimaksudkan dalam pernyataan-pernyataan legendaris dan inspiratif seorang Bung Karno itu.

"Lebih lanjut, kesadaran akan pentingnya usia dan jiwa muda itulah para pemuda selalu tampil dalam setiap momentum, bukan sebagai objek suatu pristiwa dan momentum penting bangsa melainkan menjadi subjek pengubah, agen dan katalisator yang mendorong setiap perubahan ke arah yang konstruktif dan terlebih menjadi sosial kontrol dan kekuatan moral dalam mengawal setiap perjalanan dan pembangunan bangsa," papar Samuel.

Pristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah satu dari sekian banyak peran besar dan startegis pemuda terhadap bangsa, begitu pula kemerdekaan republik ini dan dalam tiap momentum besar mengisi dan mengawal kemerdekaan atau pembangunan pasca merdeka, pemuda selalu tampil pada garda terdepan.

"Tantangan dan momentum ASEAN Comunnity 2020 yang dimulai dari penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) 2015 atau lebih dikenal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 adalah suatu pristiwa yang harus mendapatkan perhatian dan peran strategis pemuda dalam menjawab tantangan tersebut. Pemuda dengan karakter progresifnya seperti yang telah dijelaskan di atas, harus melihat kesepakatan dan kesepahaman MEA 2015 bukan semata ancaman melainkan dengan pandangan yang optimistis dan visioners sebagai suatu peluang dan kesempatan dalam memudahkan bangsa kita memasuki pasar dunia dan menjadi kekuatan hegomonitik disegalah sektor, paling tidak dimulai dengan menguasai hampir seluruh pasar ekonomi 10 negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar," papar Samuel menjabarkan.

Hal ini, lanjut dia, serasa wajar mengingat potensi kita dalam banyak sisi memiliki keunggulan komperatif meskipun ditengah hambatan-hambatan klasik yang masih mengganjal terkait persiapan sumber daya manusia kita yang dipandang memiliki jumlah yang besar namun tidak memiliki daya saing (kompetitif). Kekhawatiran ini selanjutnya akan berdampak pada orang Indonesia akan menjadi tamu dan penonton di negaranya sendiri.

Hal ini berdasarkan sebab sasaran pasar yang paling potensial bagi negara-negara ASEAN tersebut adalah Indonesia karena memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yakni ± 250 juta jiwa atau hampir sentengah dari jumlah penduduk negara yang tergabung ASEAN yang berjumlah ± 600 juta jiwa. Artinya, separuh dari pasar ekonomi di ASEAN adalah negara yang sangat kaya bernama Indonesia.

"Dalam kesempatan ini kami akan menggambarkan betapa penting dan strategisnya Indonesia dan terutama peran pemudanya dalam menghadapi MEA 2015. Mengingat para pemudalah seperti yang telah disinggung di atas merupakan harapan dan tulang punggung perubahan, lantaran tongkat estafet dalam mengelolah negeri ini terdapat pada pundaknya sebagai pewaris bangsa. Maka dari itu dibutuhkan kesiapan dan perhatian khusus dalam merumuskan kebijakan pemerintah untuk mempersiapkan pemuda menyongsong MEA 2015 yang sudah di depan mata itu," tukas Samuel yang juga  jelas Sekjend DPN Barisan Muda Damai Sejahtera (BMDS). [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA