Hal itu diutarakannya menanggapi ketergantungan masyarakat perbatasan di Kalimantan Barat terhadap listrik dari Kuching, Malaysia.
Kendati begitu, ia bisa menerima kondisi tersebut mengingat Indonesia belum mampu menyediakan listrik buat warganya di perbatasan.
"Dalam soal listrik, kita harus memiliki speed and target. Seberapa lama membeli listrik dan secepatnya mana kita bisa membangun pembangkit listrik," ujarnya saat kunjungan serap aspirasi masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Rabu, 15/7).
Di satu sisi, ia merasa jengkel karena pelaksanaan pembangunan di perbatasan tidak memuaskan. Menurut dia, berbagai terobosan harus segera dilakukan untuk menanggulangi permasalahan perbatasan.
"Kita harus segera bangkit," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: