Begitu bunyi pernyataan hasil pertemuan organisasi muda internasional, seperti Organitation Islamic Conference (OIC) Youth Indonesia, Asia Africa Youth Government (AAYG), Bangladesh Student Union Malaysia (BSUM), dan Majelis Belia Malaysia (MBM).
Pernyataan itu merupakan hasil pertemuan mereka pada sore ini (Kamis, 28/5) di Dome Cafe KLCC Kuala Lumpur, Malaysia.
"Dalam pertemuan itu, kami juga meminta warga dunia untuk menekan Myanmar agar mengakui dan menjadikan warga Rohingya sebagai warga negara resmi Myanmar," ujar President AAYG Beni Pramula dalam keterangannya kepada
Kantor Berita Politik RMOL.
Selain itu, lanjut Beni, pertemuan pemuda internasional itu juga menuntut organisasi internasional seperti Asean, PBB, dan OKI untuk turut serta membantu tidak hanya pada supply makanan, namun juga pada wilayah advokasi korban genocide warga rohingya. Organisasi internasional dituntut membawa pelaku pembantaian ke pengadilan HAM internasional.
"Selain itu, kami memohon kepada Pemerintah Indonesia, Malaysia, Thailand, Banglades beserta negara asia lain untuk terus bahu-membahu mencari solusi penanganan warga Rohingya. Tentu, dengan mengedepankan cara-cara bermartabat dan berkeadilan," tandas Beni yang juga ketua umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.
Selain Beni Pramula, turut hadir dalam acara ini adalah Presiden OIC Youth Tan Taufiq Lubis, Presiden BSUM Mohammad Mohiuddin, dan Sekjend MBM Ahmad Saparudin.
BERITA TERKAIT: