Vice Presiden KSPI bidang Advokasi Widadi WS mengatakan, bahwa dalam perjalanan negeri ini baik pra kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan. Peran dan jasa yang telah dipersembahkan kaum buruh adalah fakta yang tak terbantahkan. (Baca:
Pernyataan Sofjan Wanandi Rendahkan Martabat Buruh).
Menurut Widadi, statement Sofyan Wanandi dapat mengundang para whistle blower untuk memprovokasi masa buruh dan hal itu bisa menjadi sangat berbahaya. Sebab pada situasi dengan gap antara si kaya dan miskin yang semakin melebar, sementara kendali pemerintah untuk mengatasi efek dari kebijakan ekonomi sudah mandul alias tidak bertanggungjawab maka kondisi emosional masyarakat sangat rentan untuk dikipas-kipas.
"Sofjan dengan 'sengaja' ingin menciptakan suasana dan 'memelihara permusuhan' antara kaum buruh dengan kelompok pengusaha yang sudah terbiasa mendapat 'kemudahan' dari penguasa," sebut Widadi.
Sehingga, lanjut Widadi, dengan demikian Sofjan dirinya merasa 'halal' untuk berbuat apa saja dengan tanpa menyadari bahwa makna dan pesan dari pada statemennya adalah:
Pertama, bahwa republik ini tanpa peran dan jasa pengusaha tidak akan pernah ada.
Kedua, bahwa ingin pengakuan atau bahkan menyatakan bahwa republik ini yang membiayai adalah para pengusaha.
Ketiga, bahwa karena itu para pengusaha merasa lebih berhak untuk mengatur republik dan segala isinya.
"Dan yang paling berbahaya adalah memicu krisis atau sentimen etnis tertentu. Ini sangat berbahaya jika dihembuskan ke akar rumput," cetus Widadi.
[rus]
BERITA TERKAIT: