Pada kesempatan terebut, Enna menyampaikan bahwa ia akan selesai masa tugas sebagai Duta Besar untuk Indonesia pada bulan Mei tahun ini dan akan digantikan dengan Dubes lain. Kepada Zulkifli, Enna mengucapkan sangat berterima kasih atas kerjasama semua lembaga negara Indonesia termasuk lembaga MPR RI dengan Kedutaan Besar Kuba.
"Saya sudah sangat banyak mempelajari tentang Indonesia dan saya sangat bersyukur bisa bertugas di Indonesia. Saya sangat terbantu, sebab hubungan antara dua negara Indonesia dan Kuba memang sudah sangat baik sejak dulu," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Enna juga mengungkapkan berbagai hal soal situasi negara Kuba. Dalam keadaan diembargo Kuba demikian sangat kesulitan dan berusaha untuk bertahan. Namun, Indonesia sebagai negara sahabat memberikan banyak dukungan kepada Kuba yang berjuang keras keluar dari himpitan embargo Amerika Serikat.
Hubungan diplomatik dua negara AS dan Kuba membeku pasca revolusi Kuba 1959 mencair pada Rabu 17 Desember 2014, saat Presiden Obama menginstruksikan pembukaan hubungan diplomatik dengan Kuba sekaligus membuka kantor kedutaan AS di Havana. Keputusan mengejutkan ini keluar setelah perundingan panjang selama 18 bulan.
"Saat ini Kuba akan serius melakukan berbagai kerjasama dalam berbagai bidang dengan negara-negara sahabat terutama dengan Indonesia dan saya harap akan terjalin nyata dan menguntungka dua negara," katanya.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Kuba memang sudah terjalin sangat baik sejak jama pemerintahan Presiden Pertama RI Soekarno, dan terus terjalin baik hingga saat ini.
"Hubungan antara Indonesia dan Kuba sudah teruji baik dan tidak ada yang bisa menyanggah hubungan baik antara dua negara ini dan kondisi baik tersebut harus dijaga bahkan ditingkatkan," ujarnya.
Zulkifli juga menungkapkan rasa takjubnya kepada negara Kuba yang diembargo selama hampir 55 tahun dan bisa bertahan. Kekuatan bertahan negara Kuba dari himpitan embargo, menurut Zulkifli disebabkan karena kompaknya dan bersatunya pemerintah dengan rakyatnya dan hal tersebut sudah seharusnya dijadikan contoh baik untuk Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga berharap agar hubungan baik antara Indonesia dan Kuba, tidak hanya hubungan antar pemerintah tapi juga perlu diperluas antara parlemen dua negara.
Kepada Enna, Zulkifli menyampaikan undangan agar parlemen Kuba bisa mengunjungi Indonesia. Parlemen Kuba bisa mempelajari Indonesia dari dekat. Parlemen Kuba bisa melihat secara langsung apa arti keberagaman bagi bangsa Indonesia, sebab Indonesia sangat terkenal sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, di satu sisi Indonesia juga terkenal dengan keberagamannya yang sangat kaya.
"Implementasi keberagaman dan hidup harmonisnya rakyat Indonesia dalam keberagaman harus dilihat dengan mata kepala sendiri oleh mereka. Di Indonesia kebanyakan memeluk agama Islam. Jika mereka datang mereka bisa melihat apa itu Islam di Indonesia. Islam di Indonesia tidak mengajarkan bunuh-bunuhan, bunuh diri dan Islam di Indonesia tidak mengajarkan permusuhan permusuhan dengan agama lain. Ini sangat perlu mereka pahami. Begitupun soal teroris, Indonesia sangat menolak aksi terorisme, ini penting agar mereka melihat langsung," tegasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: