Pegiat Anti Korupsi Juga Tak Selamanya Benar?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 13 Maret 2015, 03:48 WIB
Pegiat Anti Korupsi Juga Tak Selamanya Benar?
Yayat Biaro/net
rmol news logo . Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan para pendukungnya diminta tidak terus menghembuskan isu kriminalisasi. Isu semacam itu dinilai membuat proses penegakan hukum menjadi kabur.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Yayat Biaro, mengatakan, kasus yang menjerat para pimpinan KPK nonaktif Abraham Samad dan Bambang Widjojanto menjadi tabir pembuka bahwa lembaga antikorupsi itu tak selamanya suci.

"Karena, terkait dugaan tindakan kriminalisasi, faktanya mereka sekarang menjadi tersangka," sebut dia dalam diskusi 'Audit Kinerja KPK'  Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI) di Jakarta (Kamis, 12/3).

Begitu juga soal penetapan tersangka Komjen Polisi Budi Gunawan yang akhirnya dianulir praperadilan, hal itu mengindikasikan bahwa KPK tak selamanya selalu benar dalam mentersangkakan seseorang.

"Kenapa kritik masyarakat kepada KPK sekarang lebih terbuka? Karena kepemimpinan KPK waktu itu tidak membuka ruang (kritik) itu. Kritik kita terhadap KPK diindikasikan sebagai pelemahan KPK, ini menyesatkan," ujar Yahya.

Wakil rakyat dari dapil Banten II ini menambahkan, isu kriminalisasi atau pelemahan KPK harus segera disudahi. Agar, proses penegakan hukum tidak bercampur dengan opini maupun pengaruh politik.

"Kalau sampai Denny Indrayana (dugaan kasus payment gateway) terbukti bersalah, maka para pegiat anti korupsi juga tidak selamanya benar, ini yang harus dikoreksi dari KPK," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA