Demikian disampaikan politisi senior, Rachmawati Soekarnoputri. Menurut Rachmawati, keanehan ini jelas diperlihatkan oleh sebagian anggota polisi, yang nampak seperti ada komando mendengar keputusan praperadilan yang mengabulkan Budi Gunawan.
"Seperti ada yang jingkrak-jingkrak dana ada polisi yang sampai berbaris sujud seperti diperlihatkan di Gorontalo. Dan diketahui, Budi Waseso adalah adalah mantan Kapolda Gorontalo dan Cs-nya Budi," ungkap Rahmawati, yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno.
"Pertanyaan, Polri ini institusi negara apa institusi jenderal-jenderal?" kata Rachmawati, Senin malam (16/2).
Kerancuan ini, lanjut Rachma, diperparah oleh intervensi partai politik sehingga institusi penegak hukum ini menjadi alat politik, dan bukan alat negara
"Makin runyam jadi alat kepentingan individu, seperti diketahui Megawati punya andil besar kerusakan korps Bhayangkara ini!" ungkap Rachma.
[ysa]
BERITA TERKAIT: