Pernyataan Samad Mau Tahan Budi Gunawan Bikin Tidak Nyaman Jokowi dan Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 15 Januari 2015, 18:51 WIB
Pernyataan Samad Mau Tahan Budi Gunawan Bikin Tidak Nyaman Jokowi dan Polri
abraham samad/net
rmol news logo . Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menahan Budi Gunawan dan menggeledah rumahnya merupakan bentuk sebuah paksaan dan tekanan kepada Presiden Joko Widodo agar tidak melantik Budi Gunawan.

Tentu saja, kata ‎Direktur Eksekutif Point Indonesia, Karel Susetyo, pernyataan ini membuat komunikasi politik antar-lembaga negara menjadi tidak sehat.

"Situasi ini juga membuat ketidaknyamanan di tubuh Polri, karena apapun, Budi Gunawan adalah representasi sah dari institusi penegak hukum tersebut, dimana mereka memiliki esprit de corps yang tinggi," kata Karel dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 15/1).

Menurut Karel, seharusnya Samad tidak gegabah memberi pernyataan dan bisa bersikap elegan dalam penegakkan hukum. Dan pernyataan Samad mengesankan ia sedang "kejar tayang" tanpa mengindahkan sama sekali dampak politis sebagai akibat dari berbagai pernyataannya itu.

Karel merasa heran karena tidak biasanya Samad bertindak seperti ini. Bahkan pada kasus Anas Urbaningrum misalnya, Samad sangat hati-hati dalam mengeluarkan pernyataannya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA