Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Pecinta (KMP) Negeri meminta agar bencana-bencana yang terjadi itu tidak dipolitisasi. Apalagi sampai dijadikan alat untuk menghujat pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya, Jusuf Kalla (JK).
"Tindakan orang-orang yang mempolitisasi bencana untuk menghujat pemerintah, adalah tindakan orang yang tidak punya perikemanusiaan. Harusnya mereka berempati terhadap korban, bahu membahu dengan pemerintah untuk meringankan beban korban, minimal dengan berdoa untuk keselamatan semua," kata Fadly Zein dalam aksi damai "Resolusi 2015" di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu pagi (31/12).
Fadly sendiri merupakan koordinator aksi itu. Kata dia, oknum-oknum yang menyalahkan pemerintah adalah mereka yang masih belum bisa
move on karena kecewa dengan hasil Pilpres yang memenangkan Jokowi-JK sebagai presiden.
"Pilpres sudah selesai ketika presiden dilantik. Marilah bersama-sama dengan pemerintahan baru membangun bangsa. Jangan sampai Pilpres nya sehari, tetapi gilanya lima tahun karena tidak terima hasil Pilpres, sehingga yang setiap hari keluar dari hatinya hanya mencari-cari keburukan Jokowi," terang dia.
Dalam aksi damai ini, para anggota KMP Negeri juga membagi-bagikan bunga mawar kepada pengendara yang melintas di Bundaran HI. Kata Fadly, hal itu dilakukan sebagai simbol harapan kedamaian pada 2015 di bumi Indonesia sehingga pemerintah dapat melakukan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Masih dalam aksi tersebut, mereka juga menggelar spanduk bertuliskan "Jangan jadikan bencana untuk menghujat pemerintah", Semoga Tahun 2015 Pemerintah Bisa Bekerja Lebih Efektif dan Pro Rakyat", "Rakyat Ingin Jokowi-JK tetap merakyat di Tahun 2015", "Semoga 2015, DPR Waras, bukan mencari Syahwat kekuasaan.
[wid]
BERITA TERKAIT: