WAWANCARA

Emron Pangkapi: Salah Tafsir Gimana, Mbah Moen Jelas-jelas Minta PPP Dukung Jokowi

Jumat, 24 Oktober 2014, 08:31 WIB
Emron Pangkapi: Salah Tafsir Gimana, Mbah Moen Jelas-jelas Minta PPP Dukung Jokowi
Emron Pangkapi
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Jokowi sibuk mengutak-atik calon menteri. Sedangkan di elite Partai Persatuan Pembangunan   masih memperdebatkan arahan  Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair untuk mendukung pemerintah.
HUT RMOL news

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surya­dhar­ma Ali tidak percaya  Mbah Moen (panggilan akrab Mai­moen Zu­bair) telah meminta agar  PPP men­­dukung peme­rin­tah Jokowi-JK.

”Itu tafsir yang salah.  Se­tahu saya beliau (Mbah Moen) ti­dak se­perti itu dalam meng­ambil ke­pu­tusan. Jadi ada hal yang perlu dilu­ruskan,’’ kata Sur­yadharma Ali.

Menanggapi hal itu, Wakil Ke­tua PPP Emron Pangkapi menga­ta­kan, pihaknya tidak salah me­naf­­sirkan arahan Mbah Moen.

”Salah tafsir gimana, Mbah Moen jelas-jelas minta men­du­kung pemerintahan Jokowi. Kami me­ngikuti perkataan beliau (Mbah Moen),’’ tegas Emron Pang­kapi kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta, Rabu (22/10).

Berikut kutipan selengkapnya:


Pihak Anda dianggap salah me­nafsirkan wejangan dari Mbah Moen, ini bagaimana?
Apanya yang salah. Dengan sangat jelas Mbah Moen me­me­rin­tahkan PPP untuk bergabung de­ngan pemerintahan. Kami ikuti perkataan beliau. Sepertinya ada pihak yang mencoba meman­faat­kan Mbah Moen.

Karena pihak ter­sebut tidak mampu menjalankan par­tai dan ber­lindung di balik na­ma Mbah Moen. Saya sarankan agar orang-orang dan tokoh PPP yang seperti itu harus segera sa­dar bahwa mereka sudah salah jalan

Muktamar di Surabaya di­ang­gap hanya akal-akalan un­tuk merapat ke Jokowi, ini ba­gaimana?

Salah jika ada tafsir seperti itu. Kami berlandaskan amar mah­ruf nahi mungkar.Tujuan PPP di­ben­tuk untuk itu. Baik di par­lemen atau legislatif. Setiap par­tai apa­pun pasti ingin men­dapatkan ke­kua­saan. PPP saat itu ditawari oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk gabung dengan pe­me­rintahan. Ajakan itu kami teri­ma.

Apa sudah ada pembicaraan dengan Jokowi?
Sudah. Ada beberapa kali per­te­muan dengan Jokowi dan Jusuf Kalla secara langsung. Perte­mu­an berlangsung sebelum dan se­su­dah diselenggarakan Muk­ta­mar. PPP diwakili oleh saya dan Romy (panggilan akrab Ketua Umum PPP Romahurmuziy hasil Muktamar Surabaya). Kami ber­tiga berbicara panjang lebar. De­ngan Ikhtiar membangun ko­mu­nikasi politik dengan siapapun.

Ada tawaran menjadi men­teri?
Pak Jokowi tidak menyebut hal itu. Hanya menyatakan dalam pem­bangunan Indonesia ke de­pan, tidak cukup hanya dengan satu atau dua parpol, tapi dengan banyak parpol yang saling bahu mem­bahu. Ini untuk mem­per­ce­pat pembangunan ekonomi. Rak­yat kecil segera tertolong. Ke­se­jah­teraan rakyat harus diting­kat­kan. Itu yang beliau ceritakan.

Tidak menanyakan kader yang ingin dijadikan menteri?
Kami merasa tidak pantas untuk bertanya kepada beliau. Ka­mi tidak pernah me­nyam­pai­kan hal semacam itu. Biar Pre­siden yang memilih sendiri.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai Muktamar yang akan digelar kubu SDA?

Kami menganggap itu adalah forum silaturahmi antara be­be­rapa kader dan KH Maimoen Zu­bair (Mbah Moen, Ketua Ma­jelis Syariah PPP). Kalau meng­ada­kan Muktamar kan harus di­hadiri mayoritas pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan De­wan Pimpinan Cabang (DPC) yang sah.

Bagaimana jika SDA ber­si­ke­ras melaksanakan Muk­ta­mar 30 Oktober mendatang?
Jika memang dilaksanakan, ini berbahaya. Sebab, Muktamar di Surabaya yang lalu itu  sudah fi­nal dan sah meskipun Surya­dhar­ma Ali tidak hadir.

Ada aturannya, bisa diwa­kil­kan oleh Waketum, Lukman Ha­kim Syaifuddin. Muktamar juga direstui oleh mahkamah partai, sehingga keabsahan sudah jelas.

Tapi kalau tetap dilaksanakan akan mempermalukan Mbah Moen jika ada kesalahan peng­am­bilan keputusan dalam muk­ta­mar tersebut. Selain itu, saya ya­kin pengurus Dewan Pimpinan Wi­layah (DPW) dan Dewan Pim­pinan Cabang (DPC) tidak akan hadir. Sebab, Muktamar di Su­ra­ba­ya dihadiri 24 DPW dan 420 DPC dari 497 DPC. ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA