"Dari sisi biologis atau keturunan Prananda dan Puan Maharani bisa menggantikan Bu Mega," kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 21/8).
Namun demikian, keduanya, lanjut Asep, belum sekuat dan setangguh Megawati. Kharisma keduanya pun belum menyamai Megawati. Maka bila pun di antara keduanya menjadi ketua umum, sosok Megawati tetap diperlukan sebagai semacam dewan pembina atau dewan pertimbangan untuk menjaga soliditas partai.
Bila di antara kedua ini dipilih, Asep menilai sosok yang lebih tepat dan layak menjadi ketua umum itu adalah Puan Maharani. Puan Maharani dinilai sudah lebih matang dalam berpolitik ketimbang Prananda Prabowo.
"Apalagi, selama ini yang sering tampil ke publik juga Puan," demikian Asep.
[ysa]
BERITA TERKAIT: