Jumlah Kendaraan Mudik Naik 10 Persen dari Tahun Lalu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 26 Juli 2014, 20:15 WIB
Jumlah Kendaraan Mudik Naik 10 Persen dari Tahun Lalu
MUDIK/NET
rmol news logo Kementerian Perhubungan telah memperkirakan bahwa puncak arus mudik terjadi mulai kemarin hingga hari ini atau H-2 (26/7). Jumlah kendaraan yang melaju dari Jakarta kemarin, misalnya, sudah melebihi tahun lalu. Yakni, 247.503 kendaraan atau naik 10 persen dari jumlah kendaraan pada H-3 tahun lalu yang mencapai 225.003 unit.

Berdasarkan pantauan kamera CCTV Jasa Marga, sejumlah titik sudah dipadati kendaraan. Antrean kendaraan tampak mengular. Yakni, di pintu tol Cikampek, Balongandu, Simpang Jomin, Sadang, Cikopo, Jatiluhur, dan Padalarang (Jawa Barat).  Ketua Harian Posko Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, puncak kepadatan dimulai pada H-3. Menurut dia, itu disebabkan PNS baru libur pada Sabtu (26/7).

”Mereka akan keluar bersama saat mudik,” kata dia.

Kondisi itu berbeda dengan tahun lalu. Pada arus mudik 2013, puncak arus mudik justru pada H-6 dan H-5. Sebab, pemerintah menetapkan hari cuti bersama jauh sebelum Hari Raya Idul Fitri sehingga mendekati Lebaran arus lalu lintas justru lengang.

Dia mengatakan, hingga siang kemarin lalu lintas masih terkendali. Jalan-jalan yang biasanya macet parah masih lumayan nyaman dilalui. Berdasar data yang dihimpun, jalan-jalan seperti Jakarta, Cikampek, Cipularang, Cirebon, dan Cileunyi masih bisa dilewati dengan kecepatan di atas 40 km/jam.

”Namun, pasti akan bertambah signifikan mulai malam hari (tadi malam, Red) sampai H-2,” ujarnya.

Menurut Hanggoro, lalu lintas akan didominasi kendaraan pribadi. Kemudian, angkutan umum seperti bus. Sebaliknya, kendaraan roda dua akan berkurang. Kata dia, itu disebabkan beberapa hal. Misalnya, banyaknya mudik gratis yang diselenggarakan perusahaaan dan pemerintah. Selain itu, faktor ekonomi yang semakin baik membuat mereka beralih untuk menggunakan transportasi yang lebih baik seperti bus atau kereta api. Selain itu, kata dia, banyak yang sudah menyadari bahaya mudik dengan sepeda motor.

Kenaikan penumpang tidak hanya terjadi di jalur darat. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Harry Budiarto Suwarto mengatakan, lonjakan penumpang kapal terjadi sejak H-4. Menurut dia, dua di antara delapan lintas pelabuhan penyeberangan yang dipantau mengalami kenaikan. Yaitu, Merak menuju Bakauheuni dan Gilimanuk menuju Ketapang.

Menurut dia, berdasar pantauan lapangan di Pelabuhan Merak pada pukul 23.30, telah terjadi lonjakan kendaraan sepeda motor, roda empat, dan bus yang memadati pelataran parkir Pelabuhan Merak. Sedangkan pada pukul 04.00 ekor antrean mencapai 1 kilometer dari pintu masuk Pelabuhan Merak. Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk mengalami kepadatan, khususnya, oleh roda dua. Namun, antrean masih di dalam area pelabuhan.

Dia mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi kenaikan penumpang. Caranya, menambah kapasitas kapal. Kapal yang biasanya mengangkut 100 penumpang diperbolehkan menambah sampai 125 penumpang. ”Namun, faktor keselamatan harus diperhatikan,” katanya seperti dilansir JPNN. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA