Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, menilai wacana itu akan berdampak buruk terhadap aktifitas masyarakat yang sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bila wacana itu dilaksanakan, maka kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan akan mengalami gangguan serius, bahkan melumpuhkan produktifitas dan kreatifitas masyarakat.
Menurutnya, wacana itu tidak relevan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena dengan tidak tersedianya BBM pada hari-hari tertentu maka aktifitas masyarakat juga akan terhambat.
"Karena wacana itu ngawur dan konyol maka tidak perlu diwujudkan," ujar Edison dalam siaran persnya, Kamis (22/5).
Ia menjelaskan, buruknya kondisi angkutan transportasi massal dan sarana jalan raya serta kemacetan yang belum bisa diurai oleh pemerintah adalah faktor utama mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang memerlukan mobilitas yang tinggi dan serba cepat, maka tidak ada pilihan bagi masyarakat, dan terpaksa menggunakan kendaraan pribadi dalam melakukan aktifitas sehari hari. Meskipun jalan raya menjadi tempat yang kurang nyaman bahkan mengancam jiwa pengendara kendaraan bermotor, namun masyarakat rela.
Edison menjelaskan, meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi akan berimbas pemborosan waktu dan BBM, serta tingginya tingkat emisi yang pada akhirnya menjadi salah satu penyebab dampak negatif terhadap lingkungan, keselamatan dan juga bagi infrastruktur kota. Tetapi pemerintah tidak boleh menghindar dengan melontarkan wacana tidak akan menjual BBM subsidi pada hari libur dan akhir pekan. Adalah kewajiban Pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat seperti BBM, kendati dengan jumlah yang cukup besar, ditengah cadangan minyak mentah yang sudah menipis.
Penghematan BBM, lanjut Edison, menjadi tantangan bagi pemerintah untuk segera mewujudkan angkutan transportasi umum yang layak, murah, tepat waktu, aman dan nyaman. Apabila angkutan umum yang baik dan dapat terjangkau sudah tersedia, maka secara otomatis masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi. Kemudian dilanjutkan dengan menetapkan kenaikan tarif parkir, menaikkan pajak kendaraan dan membuat ketentuan tentang kelayakan bagi calon pembeli mobil atau motor. Serta merevisi kebijakan terhadap produsen atau Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).
"Jika pemerintah sudah menyiapkan angkutan umum yang baik. Kemudian pemerintah menjamin semua warga Indonesia wajib belajar hingga perguruan tinggi tanpa biaya. Serta menjamin tidak ada lagi warga Indonesia yang meninggal dunia karena tidak mendapat perawatan di rumah sakit, maka kami mendukung pemerintah mencabut subsidi BBM bahkan menaikkan harga BBM bahkan mendapat untung dari setiap liter yang terjual," demikian Edison Siahaan.
[rus]
BERITA TERKAIT: