Prabowo Optimis RI Swasembada BBM Paling Lambat 2029

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 29 April 2026, 13:03 WIB
Prabowo Optimis RI Swasembada BBM Paling Lambat 2029
Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto yakin Indonesia mampu mencapai swasembada bahan bakar minyak (BBM) paling lambat pada 2029.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau langsung hasil revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026. 

Di hadapan para siswa dan masyarakat, Kepala Negara menyampaikan kondisi BBM dalam negeri relatif terkendali di tengah situasi dunia yang dilanda berbagai konflik, mulai dari perang di Ukraina, Gaza, hingga Iran.

“Banyak negara sudah panik, kita soal BBM kita masih terkendali, kita masih relatif aman, kita masih kuat. Cadangan kita, cadangan kita cukup baik,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah tidak ingin hanya bertahan dalam kondisi aman, melainkan melompat menuju kemandirian penuh di sektor energi. 

Karena itu, seluruh jajaran kabinet disebutnya tengah bekerja keras menyiapkan fondasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM pada 2029.

“Tapi tahun depan semakin kuat, tahun depannya akan datang, saya perkirakan, saya perjuangkan, menteri-menteri saya sedang bekerja keras, kita berjuang dalam tiga tahun akan datang Indonesia akan swasembada BBM, swasembada energi,” tegasnya.

Prabowo menekankan, target tersebut berarti Indonesia harus mampu memenuhi seluruh kebutuhan energi dari sumber daya domestik dengan pengelolaan yang sepenuhnya dilakukan oleh anak bangsa.

“Kita berjuang tiga tahun yang akan datang kita tidak akan impor BBM lagi. Semuanya, semuanya hasil dari bumi Indonesia dan dari laut Indonesia dan dikerjakan oleh putra-putri Indonesia,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA