Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Ari Dwipayana, Kamis malam (10/4).
Ari memberi contoh pembanding Prabowo Subianto, capres dan ikon Partai Gerindra. Sejak 2,5 tahun sebelum pemilu legislatif, Prabowo sudah mulai disosialisasikan. Sedangkan Jokowi baru disosialisasikan dua minggu sebelum Pileg 9 April 2014.
Di saat yang sama, lanjutnya, Jokowi jadi target semua kampanye negatif untuk men-
downgrade elektabilitasnya.
Pihak lawan Jokowi tentu berharap suara pemilih mengambang yang mudah goyah bisa bergeser dari Jokowi ke partai mereka," demikian Ari Dwipayana.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: