
. Saat ini ada gerakan, baik terang-terangan maupun diam-diam, untuk men-
downgrade capres PDI Perjuangan, Joko Widodo. Tujuannya untuk memecahbelah internal PDI Perjuangan, dan mempersepsikan banyak yang tidak puas dengan Jokowi.
"Seakan Jokowi dianggap tidak punya
effect ke partai. Padahal faktanya modal elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden sudah di kisaran 40-50 persen. Pemilih Jokowi adalah datang dari lintas partai," kata pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Ari Dwipayana, Kamis malam (10/4).
Menurut Ari, serangan negatif pada Jokowi dan PDIP selama pemilihan legislatif memang bertujuan untuk memperkuat sentimen anti-partai. Akibatnya, banyak pemilih suka sama Jokowi, akhirnya memilih jalan golput pada 9 April lalu karena tidak suka dengan partainya.
"Tapi pada pilpres nanti, akan muncul dukungan pemilih dari non-pemilih loyal partai. Mereka takkan golput. Berbagai survei menunjukkan pendukung jokowi justru berasal dari partai di luar PDIP. Ini disebut split ticket voting," demikian Ari.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: