Bila PDIP memilih PKB, maka PAN bisa lari ke Golkar atau Gerindra, karena peluang Hatta Rajasa menjadi cawapres Jokowi menjadi lebih kecil dibandingkan dengan cawapres yang disodorkan oleh PKB. Begitu pun sebaliknya.
Dengan melihat peta ini, kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, maka PDIP kemungkinan akan berkoalisi hanya dengan dua sampai tiga parpol saja, yaitu PKB atau PAN, Nasdem, dan PKPI.
"Itupun kalau PKPI tidak merapat ke Golkar. Sementara PBB sepertinya akan memilih ke Gerindra. Dan jika suara PDIP di jumlahkan dengan suara teman koalisinya itu, maka modal pencalonan Jokowi dalam Pilpres nanti hanya sekitar 30-35 persen saja," kata Said beberapa saat lalu (Kamis, 10/3).
Itu artinya, lanjut Said, raihan suara Jokowi dalam Pilpres nanti tidak akan lari jauh dari hasil Pileg itu. Sebab perolehan suara PDIP dalam Pileg sesungguhnya sudah mencerminkan besaran dukungan pemilih kepada Jokowi dalam Pilpres nanti.
"Nah, Jumlah 30-an persen itu agak berat untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres nanti. Bahkan, kalau 11 parpol lain kompak menolak berkoalisi dengan PDIP, maka Gubernur DKI Jakarta itu hanya akan tercatat dalam sejarah sebagai seorang mantan bakal calon Presiden saja. Dia tidak pernah benar-benar menjadi peserta Pilpres 2014," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: