Koalisi Jokowi-Megawati Terbelah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 10 April 2014, 09:01 WIB
Koalisi Jokowi-Megawati Terbelah
megawai-jokowi/net
rmol news logo . Hasil perolehan suara yang tidak sesuai dengan harapan maupun terget yang direncanakan, membuka persoalan di internal PDI Perjuangan.

Diketahui, target PDI Perjuangan adalah 27,02 persen. Sementara harapan yang melambung bisa mencapai hingga 30 persen. Berdasarkan hasil hitung cepat, suara PDI Perjuangan cuma 19 persen.

Dari angka-angka ini lah munculah persoalan itu. Apalagi, bahkan PDI Perjuangan pun tidak bisa meraih 20 persen, yang merupakan syarat minimal untuk mengajukan capres, atau yang dikenal dengan istilah presidential threshold.

Disebutkan dalam informasi, persoalan itu terlihat jelas dari pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tidak lama setelah hitung cepat memasuki batas stabil, atau di atas 80 persen suara masuk dari sekitar 2.000 tempat pemungutan suara (TPS) (Rabu, 9/4). Megawati mengatakan PDI Perjuangan baru bisa mengusung Jokowi sebagai capres bila menembus angka 20 persen.

Dipahami oleh siapapun, pencapresan Jokowi belum final dan bisa direvis bila tak sampai 20 persen.

Dalam jumpa pers, dengan pernyataan Megawati ini, Jokowi terlihat lesu. Tak seperti biasanya yang selalu tegar, terlihat jelas Jokowi seakan-akan enggan memberikan penjelasan lebih jauh terkait dengan hasil hitung cepat itu.

Beberapa jam kemudian, Jokowi yakin, dan menegaskan bahwa pencapresannya sudah final. Bahkan, dengan penuh kepastian pula, Jokowi mengatakan bahwa sosok cawapres sangat tergantung pada dirinya, setelah disaring oleh tim ahli.

Dari kondisi ini, maka tak heran, ada yang mulai melihat, koalisi Jokowi-Megawati mulai, atau bahkan sudah terbelah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA