"Sosialisasi Jokowi capres tidak maksimal sehingga efek Jokowi tidak terlalu menaikkan suara partai secara signifikan. Lihat saja iklan-iklan PDI Perjuangan, justru bukan figur Jokowi yang dijual," kata Direktur Eksekutif Political Communication (Polcomm) Institute, Heri Budianto, beberapa saat lalu (Rabu, 9/4).
Heri mengingatkan, Jokowi merupakan magnet elektoral PDI Perjuangan yang bisa menggaet massa yang masih mengambang atau belum menentukan pilihan. Namun sayangnya, Jokowi tidak dimanfaatkan dalam komunikasi politik partai dengan publik
"Jadi, ini kegagalan komunikasi politik PDI Perjuangan yang tak pandai merespon harapan publik," ujarnya.
Di saat yang sama, katanya, partai lain maksimal dalam menjual figur partainya seperti Gerindra dengan figur Prabowo, lalu PKB dengan figur JK, Rhoma Irama, dan Mahfud MD. Dua partai ini pun terbukti mendapatkan efek peningkatan elektoral yang signifikan.
"Selain faktor kegagalan komunikasi politik PDI Perjuangan, tidak signifikannya efek Jokowi juga karena serangan lawan politik yang mana PDI Perjuangan justru diam saja atau tidak membela," demikian Heri.
[ysa]
BERITA TERKAIT: