"Harus segera ditetapkan apakah kekerasan yang terjadi disana membuat Pemilu di Aceh perlu ditunda pelaksanaannya ataukah akan tetap diselenggarakan pada tanggal 9 April 2014," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, beberapa saat lalu (Senin, 7/4).
Menurut Said, berbagai aspek harus betul-betul dipertimbangkan, sebelum sampai pada kesimpulan untuk menunda atau tidak menunda. Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah kondisi psikologis masyarakat Aceh yang akan menjadi Pemilih.
Said menegaskan, pemilih di Aceh harus dipastikan benar-benar terbebas dari rasa takut. Sebab pemilu hanya dapat diselenggarakan dalam suasana yang damai.
"Tidaklah dapat diselenggarakan Pemilu jika pemilihnya diliputi oleh kekhawatiran, kecemasan, dan rasa takut," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: