Koalisi PKB dan PDIP Bisa Jadi Kebutuhan Bangsa Indonesia Saat Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 28 Maret 2014, 13:41 WIB
Koalisi PKB dan PDIP Bisa Jadi Kebutuhan Bangsa Indonesia Saat Ini
hanif dhakiri/net
rmol news logo . Dari sisi komunikasi politik, pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Bandara Halim Perdana Kusuma beberapa waktu lalu, sangat penting untuk mencairkan ketegangan politik di lapangan yang semakin hari semakin panas.

"Ini juga jadi semacam prolog bagi berlangsungnya pemilu yang lancar, damai dan penuh dengan nuansa persaudaraan.Pertemuan Bu Mega dengan Cak Imin juga bermakna positif bagi terbukanya peluang koalisi PDIP dengan PKB di pilpres mendatang," kata Ketua DPP PKB, Hanif Dhakiri, beberapa saat lalu (Jumat, 28/3).

Menurut Hanif, kedua partai ini memiliki latar sejarah kebersamaan yang kuat, sejak sebelum Indonesia merdeka hingga sekarang. Pada tahun 1954 misalnya, ketika banyak kelompok politik memusuhi Bung Karno, NU justru memberikan legitimasi politik kepad Bung Karno sebagai waliyul amri adz doruri bissyaukah, atau pemimpin pemerintahan yang berkuasa dan wajib ditaati.

"Dan politik NU hari ini adalah PKB yang bukan saja didirikan NU, tapi juga mewarisi tradisi pemikiran dan politiknya," ungkap Hanif.

Dari sudut pandang historis, ideologis, sosiologis maupun politis, Hanif menilai koalisi PDI Perjuangan dan PKB itu bukan sekedar terbuka, tapi mungkin akan jadi kebutuhan bersama sebagai sebuah bangsa. Sebab irisan di antara keduanya sangat besar.

"Apalagi hubungan pribadi Bu Mega dengan Cak Imin juga bukan semata hubungan politik. Kedua tokoh itu sudah seperti Ibu dengan anak. Jadi saya mengapresiasi pernyataan Mbak Puan Maharani dan Mas Hasto Kristiyanto sebelumnya tentang kemungkinan koalisi PDIP dan PKB," demikian Hanif. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA