"Misalnya, infrastuktur semakin maju, kali-kali semakin bersih. Dan pembangunan harus bermanfaat bagi rakyat. Sebab apa artinya pembangunan bila tak bermanfaat buat rakyat," kata juru kampanye nasional PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam kampanye di Lapangan GOR Tri Lomba Juang di Kota Semarang, Jawa Tengah (Kamis, 27/3).
Soal pencapresan Jokowi, Maruarar, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, menegaskan bahwa ini merupakan bukti PDI Perjuangan dan Megawati Soekarnoputri sangat mendengarkan aspirasi rakyat. Apalagi falsafah PDI Perjuangan selama ini adalah berkoalisi dengan rakyat; tertawa dan menangis bersama rakyat.
"Mbak Mega punya hak untuk mengajukan capres sebagaimana amanat Kongres, termasuk mengajukan beliau sendiri. Tapi Mbak Mega lebih mendengarkan suara rakyat dan mencapreskan Jokowi," kata Maruarar, yang biasa dipanggil Ara.
"Kita siap memenangkan Pemilu dan Pilpres 2014. Ini tahun ujian sekaligus tahun penentuan," sambung Ara, yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih.
Terakit dengan massifnya serangan kepada Jokowi dan PDI Perjuangan belakangan ini dari partai lain, Ara meminta semua kader PDI Perjuangan tidak reaktif dan tidak emosional. Semua kader justru harus menjawab serangan tersebut dengan kesabaran. Apalagi rakyat juga sudah bisa memilih dan memilah, mana tuduhan yang sesuai dengan fakta dan mana tudingan yang dibuat-buat.
"Serangan itu tidak akan menurunkan elektabilitas Jokowi dan PDI Perjuangan, sebab rakyat sudah tahu mana yang benar-benar tulus berbuat untuk rakyat dan mana yang tidak," yakin Ara.
Selain Ara, hadir dalam kampanye ini juru kampanye nasional lain seperti Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo dan mantan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar. Hadir juga Ketua PDI Perjuangan Jawa Tengah Heru Sudjatomoko serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang yang juga Walikota Semarang Hendrar Prihadi, atau yang dikenal dengan Hendi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: