
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum memutuskan siapa cawapres pendamping Jokowi dalam pilpres Juli 2014. Namun, dari signal yang yang ada, siapa yang bakal dipinang sudah jelas.
"Sepertinya ekonom tangguh yang memiliki rekam jejak panjang dalam melawan neoliberalisme yang akan dipilih jadi cawapres Jokowi," ujar peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) I Gede Aradea Permadi Sandra kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Senin, 17/3).
Signal pertama, Jokowi memilih rumah Si Pitung sebagai tempat deklarasi pencapresannya. Jokowi menyatakan tempat tersebut dipilih sebagai simbol perlawanan. Sementara Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa kriteria utama pendamping Jokowi adalah figur yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Tri Sakti Bung Karno: Berdaulat di bidang politik; Berdikari di bidang ekonomi; dan Berkepribadian di bidang budaya.
Dari signal-signal ini, cawapres yang bakal dipilih PDIP dan Jokowi bukan orang yang bersikap abu-abu terhadap neolib atau bahkan terang-terangan menjadi pendukung neoliberalisme.
"Kalau yang demikian yang dipilih sangat jauh dari cita-cita Bung Karno atau bahkan si Pitung sendiri," demikian Gede.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: