Ini Alasan dan Spirit Ziarah DPP PDIP Nyekar ke Makam Bung Karno Sebelum Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 12 Maret 2014, 16:22 WIB
Ini Alasan dan Spirit Ziarah DPP PDIP <i>Nyekar</i> ke Makam Bung Karno Sebelum Pemilu
makam bk/net
rmol news logo . Bagi PDI Perjuangan, dalam setiap momentum politik, yang merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa, tradisi nyekar ke makam Bung Karno merupakan keniscayaan. Prosesi ini merupakan bagian dari kesadaran organisasi kepartaian, bahwa pemilu merupakan momentum untuk meneguhkan kembali perjalanan bangsa Indonesia.

"Agar semakin mendekatkan diri pada cita-cita kemerdekaan, yakni terwujudnya masyakarat adil dan makmur, suatu tatanan kehidupan masyarakat yang tidak ada lagi penjajahan, baik secara politik, ekonomi, maupun kebudayaan," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, terkait dengan ziarah DPP PDI Perjuangan ke Makam Bung Karno di Blitar, hari ini (Rabu, 12/3).

Tradisi ini juga, lanjut Hasto, berakar dari patriotisme dan nasionalisme Bung Karno, yang dengan rela mengorbankan dirinya untuk bangsa dan negara Indonesia. Bung Karno telah hadir sebagai sumber keteladanan, ideolog, dan inspirator bagi seluruh kader Partai di dalam berjuang mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

"Dalam perspektif ini, sebagai bagian dari upaya membangun jiwa dan badannya manusia Indonesia, sebagaimana dikumandangkan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, Ibu Megawati secara khusus berziarah ke Makam BK," ungkap Hasto.

Dalam peristiwa yang sama, masih kata Hasto, Jokowi juga berkunjung ke Blitar dan berdialog dengan Jarot Syaiful Hidayat, yang ketika menjadi walikota Blitar gigih membangun monumen dan perpustakaan Bung Karno. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga bertemu dengan Walikota Blitar dari PDI Perjuangan, Samahudi Anwar.

Namun Hasto menegaskan, kedatangan Megawati dan Jokowi ini tidak ada kaitannya dengan pencapresan. Itu murni sebagai rasa hormat dan penghormatan terhadap Bung Karno. Sebab bagaimanapun juga, pemilu merupakan momentum politik yang harus dijalankan dengan landasan pengabdian pada tanah air. Sebab pemilu adalah alat untuk mewujudkan suatu pemerintahan negara yang baru, agar nantinya benar-benar kembali pada seluruh cita-cita politik yang memerdekakan rakyat Indonesia dari seluruh jeratan penjajahan.

"Dengan tradisi ini maka PDI Perjuangan diingatkan akan ide, gagasan, perjuangan dan cita-cita BK beserta founding fathers lainnya. Jadi jangan sederhanakan tradisi nyekar ini dalam perspektif politik praktis. Tradisi ini meneguhkan seluruh perjuangan untuk mewujudkan cita-cata ideal Partai bagi bangsa dan rakyat Indonesia," demikian Hasto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA