"Jumhur sudah bergerak dalam kiprah perjuangan kerakyatan ataupun perburuhan, karenanya momentum dukungan itu akan menjadi kekuatan instrumental bagi PDIP," kata pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego, Selasa malam (11/3).
Meskipun terkesan terlambat, namun Indria menilai dukungan Jumhur ini bisa menguatkan spirit penggalangan dukungan politik yang lebih masif untuk PDI Perjuangan. Terlebih lagi latar belakang dukungan berasal dari unsur-unsur rakyat yang menyertai Jumhur akan ikut memperbesar kemenangan PDIP dalam pelaksanaan pemilu mendatang.
"PDIP, kan diperoyeksi untuk memenangkan pemilu dan hal ini telah menjadi harapan di lingkungan partai PDIP. Namun demikian, adanya femonena dukungan tentu harus dijadikan mandat politik yang tidak boleh diabaikan sama-sekali," ujar Indria.
Indria mengaku, pemberian dukungan politik Jumhur dan kelompok dalam jaringannya seperti kaki lima, petani, dan para sopir, termasuk buruh memiliki alasan tepat dan rasional mengingat kiprah Jumhur kerap berada dalam orientasi kerakyatan, sementara PDI Perjuangan pun meletakkan pada perwujudan aspirasi rakyat.
"Jadi, ada persamaan kehendak dari Jumhur kepada PDIP yang dipandang bentuk perjuangan politik kerakyatan, dan aspek itulah yang dimanifestaikan Jumhur dan kawan-kawan dalam mendukung PDIP. Ini jelas sangat positif bagi kedua pihak," demikian Indria.
[ysa]
BERITA TERKAIT: