Demikian disampaikan peserta Konvensi Capres Partai Demokrat Hayono Isman dalam keterangan pers yang diterima pagi ini (Senin, 3/3).
Karena itu, Hayono berjanji akan berusaha menghapuskan sistem jasa tenaga kerja (outsourcing) dan status kerja kontrak. Hayono menuturkan akan berbicara dengan pimpinan organisasi buruh dan pengusaha untuk mendiskusikan persoalan outsourcing.
Selain masalah butuh, Hayono yang berbicara dalam debat Konvensi di Bogor Minggu (3/2) dengan tema Kesejahteraan rakyat dan hubungan internasional juga memberikan perhatian terhadap sektor pertanian.
Menurutnya, sebagai negara agraris, Indonesia harus mengangkat derajat petani agar tidak bergantung dan mengandalkan produk impor.
Anggota Komisi I DPR ini sepakat dengan kebijakan mereformasi agraria namun pemerintah harus memperhatikan sektor pertanian. Salah satu program yang digulirkan Hayono yakni memberikan Dana Insentif Produksi Petani (DIPP) sebesar Rp 1 juta per orang setiap bulan.
Hayono memperkirakan jumlah petani yang memproduksi lahan sawah minimal seluas 0,2 hektare-0,5 hektare akan mendapatkan dana bantuan tersebut. Tercatat jumlah petani di Indonesia mencapai 26 juta orang, sedangkan petani yang menggarap lahan sawah seluas lebih dari 0,2 hektare sekitar 15 juta orang.
[zul]
BERITA TERKAIT: