Hal ini terjadi, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, karena memang ada tarik menarik yang kuat di lingkungan elit Polri untuk memilih antara jenderal bintang tiga senior yang sudah mau pensiun dengan jenderal bintang dua yang potensial.
"Akibat tarik menarik ini proses pergantian Oegroseno menjadi lamban. Bahkan sampai detik-detik terakhir, nama pengganti Oegroseno belum diumumkan. Padahal masa tugas Oegroseno tinggal hitungan jam," kata Neta beberapa saat lalu (Kamis, 27/2).
Neta sendiri berpandangangan, ada dua kriteria utama dalam memilih calon Wakapolri. Kedua kriteria bertujuan agar perubahan dan profesionalisme Polri tetap bisa bergulir.
Kriteria pertama, calon Wakapolri harus dari angkatan dan usia yang lebih muda dibanding Kapolri Sutarman. Kriteria kedua, calon Wakapolri jangan dipilih dari perwira tinggi atau jenderal senior yang sudah mau pensiun.
[ysa]
BERITA TERKAIT: