Singkat kata, siapapun tidak bisa mengabaikan sumbangan kedua ormas ini pada bangsa dan negara. Bisa jadi, tanpa kehadiran NU, yang melakukan pribumisasi ajaran Islam, atau tanpa kehadiran Muhammadiyah, yang menafsirkan ajaran Islam sesuai dengan kemodernan dan kekinian, kebhinekaaan Indonesia akan mudah robek dan terkoyak.
Karena itulah, disebutkan oleh orang dalam PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mau merangkul dua ormas ini bila akhirnya PDI Perjuangan dipercaya untuk memegang kendali pemerintahan. Megawati sangat paham betul pentingnya keberadaan tokoh-tokoh kedua ormas ini dalam kabinet.
Kemauan Megawati ini, disebutkan, didasari kerana kecintaan yang sangat mendalam pada Indonesia. Dengan merangkul kedua ormas ini, Megawati berharap bisa tetap merawat pluralisme dan menjaga keutuhan NKRI. Apalagi di era SBY ini, bisa dikatakan, pluralisme nyaris tercabik-cabik.
Disebutkan juga, Megawati cukup gelisah bila poros partai Islam atau partai berbasis massa Islam menjadi lemah, sebagaimana terekam dalam berbagai hasil survei. Sebab bagi Megawati, sebagaimana juga NU dan Muhammadiyah, kekuataan politik umat Islam ini sangat penting untuk menjaga stabilitas politik dan sosial Indonesia.
[ysa]
BERITA TERKAIT: