"Kami akan menggelar aksi solidaritas matinya para pekerja tambang," kata Central Informasi Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan), Juan Forty Silalahi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 2/1).
Aksi solidaritas ini, lanjut Juan, adalah dalam bentuk tabur bunga di atas 1.000 kuburan massal pekerja tambang. Aksi ini digelar terkait dengan encana pemerintahan SBY-Boediono yang mengeluarkan larangan ekspor bahan mineral mentah pada 12 Januari 2014.
"Rencana ini telah memaksa ratusan ribu pekerja tambang menjadi korban. Rencana ini menjadi kado mematikan dari pemerintah di awal tahun," tegas Juan Forty Silalhi.
Hingga awal tahun baru 2014 ini, lanjut Juan Forty, sudah lebih dari 1.000 perusahaan tambang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang melakukan pengurangan secara bertahap karyawan menjelang pemberlakuan larangan tersebut. Dan berdasar hasil investigasi Spartan, jutaan pekerja lainnya akan mengalami nasib serupa bila larangan tersebut benar-benar dijalankan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: