Demikian disampaikan Central Informasi Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan), Juan Forty Silalahi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 2/1).
"Rencana ini menjadi kado mematikan dari pemerintah di awal tahun," tegas Juan Forty Silalhi.
Hingga awal tahun baru 2014 ini, lanjut Juan Forty, sudah lebih dari 1.000 perusahaan tambang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang melakukan pengurangan secara bertahap karyawan menjelang pemberlakuan larangan tersebut. Dan berdasar hasil investigasi Spartan, jutaan pekerja lainnya akan mengalami nasib serupa bila larangan tersebut benar-benar dijalankan.
"Belum terhitung jumlah keluarga para pekerja tambang yang juga harus menanggung akibat dari kebijakan pemerintah itu. Kebijakan itu secara tidak langsung telah membunuh kami, para pekerja tambang dan keluarga," demikian Juan Forty.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: