Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 31/12).
Pernyataan Asep ini terkait dengan berbagai pernyataan politisi Hanura, Fuad Bawazir, yang terus melancarkan kritik kepada pencapresan Wiranto-Hary Tanoe. Fuad mengatakan bahwa pasangan Wiranto-Hary Tanoe tidak realistis dan sulit memenangkan Pilpres.
"Pasti Fuad punya kepentingan politik di balik pernyataannya. Hanura tinggal menguji, apakah motifnya itu bersifat konstruktif, atau justru bersifat menjatuhkan karena tidak suka dengan Wiranto-Hary Tanoe atau karena ada faktor lain," ungkap Asep.
Cara mengujinya, saran Asep, Hanura bisa melakukan kajian objektif. Bila misalnya setelah kajian itu pencapresan memang realitis dan didukung semua kader, lalu Fuad mengikuti arus ini, bisa jadi Fuad memang mau membangun Hanura. Namun bila Fuad tetap melontarkan kritik setelah ada kajian objektif ini, maka sebenarnya Fuad mau menjatuhkan Wiranto.
"Kalau bermotif menjatuhkan, ya Hanura harus ada mekanisme pemberian sanski," demikian Asep.
[ysa]
BERITA TERKAIT: