PILPRES 2014

PDI Perjuangan Bisa Pertimbangkan Rizal Ramli Bila Pilih Skenario Ketiga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 04 Desember 2013, 15:50 WIB
PDI Perjuangan Bisa Pertimbangkan Rizal Ramli Bila Pilih Skenario Ketiga
rizal ramli/net
rmol news logo . Paling tidak, beredar di kalangan dalam PDI Perjuangan, ada tiga skenario yang kini dipersiapkan dalam rangka menghadapi Pilpres 2014.

Ketiga skenario itu adalah, pertama mengusung Megawati sebagai capres dan dipasangkan dengan Jokowi sebagai cawapres. Skenario kedua, mengusung Jokowi, dengan mencari cawapres dari kalangan internal. Skenario ketiga, mengusung Jokowi dengan mencari cawapres dari kader luar.

Skenario pertama dinilai cukup berat. Dalam arti, kemenangan Pemilu dan Pilpres 2014 akan sangat sulit diraih. Bila pun ada peluang menang, itu sangat tipis sekali dan harus dilakukan dengan kerja keras yang paling maksimal. Di sisi lain, Megawati akan lebih leluasa untuk menjadi king maker saja.

Skenario kedua, menjadikan Jokowi sebagai capres, ini yang menarik. Dengan mengusung Jokowi sebagai capres, kemenangan PDI Perjuangan sudah ada di depan mata. Persoalannya, siapa yang akan menjadi cawapres. Sementara, muncul dua pilihan untuk menjadi cawapres; Muhammad Prananda Prabowo atau Puan Maharani.

Bila skenario ini dijalankan, ada beberapa kemungkinan. Bisa jadi kekuataan PDI Perjuangan semakin solid. Atau bisa jadi juga kekuataan PDI Perjuangan akan menjadi terbelah, antara orang yang merasa menjadi orang dekat Prananda dengan orang yang merasa dekat dengan Puan Maharani. Mau tak mau, meski Prananda-Puan ini sangat dekat dan tidak ada persoalan, kedua kolompok yang merasa dekat-dekat itu akan menarik garis masing-masing dan terlembaga dalam sebuah kubu politik.

Di lain sisi, skenario ini juga memicu persoalan bila Jokowi memegang kekuasaan. Prananda dan Puan dinilai masih hijau dalam dunia pemerintahan.

Skenario ketiga, adalah memasangkan Jokowi dengan orang luar. Skenario ini dinilai paling aman. Di satu sisi, soliditas PDI perjuangan akan terjaga, dan tidak akan terbelah ke dalam dua kubu. Di saat yang sama, PDI Perjuangan bisa mencari sosok yang pas dengan Jokowi. Baik itu pas secara ideologi, maupun pas untuk mengisi kelemahan Jokowi.

Dalam hal ini, Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), pernah menawarkan satu alternatif, yaitu dengan memasangkan Menko Perekonomian di masa Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli. Rizal Ramli dinilai sangat pantas menjadi cawapres Jokowi. Selain memiliki kedekatan ideologis, dan saat ini Rizal Ramli menjabat sebagai Ketua Dewan Kurator Universitas Bung Karno, Rizal Ramli dan Jokowi juga dinilai-nilai sama tokoh yang bersih dan jujur.

Di luar itu, Rizal, yang juga dikenal dekat dengan Megawati, bisa melengkapi kekurangan Jokowi, khususnya di bidang ekonomi dan luar negeri. Dan perlu dicatat, persoalan ekonomi dan luar negeri ini sempat menjadi persoalan di Rakernas PDI Perjuangan di Ancol awal September lalu itu bila memang mau mengusung Jokowi sebagai capres. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA