BEDAH BUKU

Siapapun yang Bisa Mengenal dan Berdiskusi dengan Megawati Pasti Terkesan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 04 Desember 2013, 07:07 WIB
Siapapun yang Bisa Mengenal dan Berdiskusi dengan Megawati Pasti Terkesan
megawati/net
rmol news logo . Banyak publik yang mengenal sosok politisi dari sisi permukaan belaka, yang kadang-kadang dibalut dengan berbagai cara pencitraan. Dan sedikit publik yang mengenal sosok politisi secara mendalam, dalam posisi apa adanya.

Demikian terungkap dalam diskusi buku "Pak Taufiq dan Bu Mega-Catatan Ringan, Lucu, dan Unik dari Keluarga Politik" karya Rahmat Sahid, yang menghadirkan pembicara Eva Kusuma Sundari (PDIP), dan pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana, serta Rahmat Sahid selaku penulis, dan dipandu oleh moderator Eko Suwanto (Wakil Ketua DPD PDIP DIY).

Dalam acara diselenggarakan DPD PDIP DIY, di Wisma MM UGM, Yogyakarta, Selasa kemarin ini (3/12), Ari Dwipayana mengatakan, apa yang tertuang dalam buku tersebut penting karena mengungkap sisi lain dari Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri yang kebanyakan belum pernah diberitakan dan belum banyak yang mengetahui.

"Sisi lain dari tokoh penting diketahui. Kalau basisnya dari pencitraan, pasti ada sisi gelap dari sang tokoh. Di buku ini jadi bisa dilihat bagaimana kedua tokoh ini dari sisi apa adanya," kata Ari.

Ari mencontohkan, sisi yang otentik dari Mega yang dalam konstruksi pemberitaan adalah figur pendiam, ternyata bagi yang sudah mengenal dan diskusi dengannya menjadi terkesan. Kemudian, dari sisi lain pula bisa dilihat bagaimana figur Mega yang keras ternyata juga seorang yang komunikatif.

"Inilah sisi otentiknya, yang bisa dilihat lebih telanjang, tak sekedar konstruksi di pemberitaan," jelasnya.

Hal penting lain yang sangat penting diangkat dari buku tersebut, katanya, Mega sebagai tokoh besar ternyata mau berpikir dan berpicara hal-hal yang oleh orang dianggap kecil. Seperti soal kuliner, dan soal keragaman hayati, bicara tanaman serta bunga secara detail.

"Adapun figur Taufiq, publik bisa mengetahui bagaimana kelenturan komunikasinya, dengan berbagai kalangan. Mungkin muncul anggapan bahwa figur Pak Taufiq tidak konsisten, tetapi dari sisi PDIP ini justru penting," ujarnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA