Demikian disampaikan pendiri Fadli Zon Library, Fadli Zon, terkait dengan Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini (Senin, 25/11). Fadli Zon mengingatkan, Ki Hadjar Dewantara dan Muhammad Sjafei adalah tokoh pelopor pendidikan yang berjasa mencerdaskan bangsa. Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922, sementara Muhammad Sjafei mendirikan Indonesische Nederland School (INS) Kayutanam di Sumatera Barat pada 31 Oktober 1926.
Sejak pra-kemerdekaan, lanjut Fadli Zon, yang juga Perhimpunan Sastra Budaya Negara Serumpun (PSBNS), guru ikut berjuang mengusir penjajah. Di masa inilah, Guru membangkitkan nasionalisme rakyat. Di masa ini juga, tepatnya pada 1912, lahir Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang menghimpun guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Pada 1932, PGHB mengambil langkah berani mengubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, organisasi Guru berubah menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diresmikan pada 25 Nopember 1945
"Jenderal Sudirman juga seorang guru," kata Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 25/11).
Kini, di era globalisasi, masih kata Fadli, pemerintah harus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Tercatat, dari 2,92 juta guru, baru sekitar 51 persen berpendidikan S-1 atau lebih. Memang, rasio guru dengan murid di Indonesia sebenarnya sudah ideal, yaitu 1:18. Sedangkan bila mau dibandingkan, di Korea rasio guru 1:30, dan di Jerman 1:20.
"Distribusi guru di Indonesia belum merata ke seluruh wilayah Indonesia. Hampir 66 persen wilayah Indonesia kekurangan guru," demikian Fadli Zon, sambil mengatakan agar distribusi guru harus sesuai kebutuhan serta harus ada jaminan kualitas guru dan jaminan kesejahteraan dalam penempatan guru yang merata.
[ysa]
BERITA TERKAIT: