"Kalau jadi politisi, jangan mau dibeli siapapun," tegas politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online di kediamannya di Jalan Depsos Utama, Bintaro, Jakarta Selatan (Kamis, 7/11).
"Jujur juga penting. Pemimpin yang berani adalah pemimpin yang jujur. Kalau tidak jujur, mana mungkin akan berani," sambung Sabam, yang menulis buku
Politik Itu Suci, dan akan diluncurkan pada hari Minggu depan (10/11), sekaligus dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-77.
Dalam politik, Sabam melanjutkan, rakyat adalah
stake-holder utama. Bila kepercayaan rakyat tergerus, maka poilitisi akan ditinggalkan begitu saja. Karena itu, dalam politik, sangatlah penting membangun kepercayaan rakyat.
"Dengan kepercayaan, politisi dan pemimpin politik bisa punya wibawa dan pengaruh, dalam memperjuangkan kepentingan rakyat juga," tegas Sabam.
Soal keberanian, Sabam mengaku juga bukan seorang yang benar-benar berani. Tapi ia juga memastikan bukan seorang penakut. Tepatnya, pendiri partai ini adalah sosok yang punya banyak pertimbangan.
"Tapi begitu yakin sebuah masalah harus diperjuangkan, saya akan berjuang. Tidak ada kompromi. Saya akan jalan terus. Apa pun tantangannya," tegas Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: