Demikian disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, dalam diskusi yang digelar Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di kantor PMKRI, Jalan Sam Ratulangi, Menteng (Rabu, 6/11).
Dalam kesempatan ini Maruarar pun mengingatkan sekaligus menantang aktivis mahasiswa. Idealisme di kalangan aktivis adalah hal yang niscaya. Namun akan menjadi luar biasa, bila aktivis, sudah terjun ke gelanggang politik, namun tetap konsisten berada di jalur idealisme dan terus mempejuangkan kepentingan rakyat.
"Saya salut bila ada aktivis yang turun ke politik, tidak feodal dan tidak sekedar mencari aman," kata Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih.
Ara mengingatkan bahwa dalam dunia politik itu ada dua tantangan. Yaitu godaan berupa jabatan atau uang, atau tekanan. Politisi tentu saja harus melawan godaan dan tekanan ini.
"PDI Perjuangan, sudah terbukti tidak tergoda dengan jabatan, meski ditawarkan untuk masuk kabinet. PDI Perjuangan konsisten berada di jalur oposisi, dan memilih berkoalisi dengan rakyat," kata Ara.
Ara pun mengingatkan bahwa dalam struktur sosial selalu ada tiga level. Yaitu level leader, manager dan follower. Bila sesorang mau menjadi leader, maka dia harus bisa dipastikan berbeda dengan orang kebanyakan yang cuma menjadi pengikur.
"Leader itu harus punya gagasan, inetgritas, jangan peragu, jangan bimbang, serta harus berani dan tegas," demikian Ara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: