"Tugas kita adalah mengembalikan politik itu menjadi suci. Memang tidak mudah, namun cita-cita itu, idealisme itu, harus diperjuangkan terus menerus," kata politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 5/11).
Dalam waktu dekat ini, Sabam Sirait akan meluncurkan buku berjudul
Politik Itu Suci. Ini adalah buku ketiga Sabam setelah sebelumnya menulis buku berjudul
Mengerti Demokrasi dan
Meniti Demokrasi Indonesia. Menurut Sabam, perjuangan mengembalikan politik kembali menjadi suci adalah perjuangan yang tidak boleh padam. Boleh jadi, dalam konteks perpolitikan nasional, perjuangan ini akan berhasil. Bisa juga perjuangan ini akan gagal di tengah himpitan pragmatisme politik. Atau, cita-cita ini baru berhasil setelah sekian tahun disuarakan.
"Kita tidak boleh lelah. Harus terus berjuang. Bung Karno dan Tan Malaka, juga sejak awal sudah mengatakan Menuju Indonesia Merdeka atau Mencapai Indonesia Merdeka. Tapi Kemerdekaan baru dicapai beberapa tahun kemudian. Intinya tidak boleh lelah menggapi cita-cita," ungkap Sabam.
Sabam memberi contoh lain. Ide dasar perjuangan bangsa Perancis dan negara Amerika Serikat terangkum dalam tiga kata;
liberty, egality, fraternity. Namun cita-cita kebebasan, persamaan dan persaudaran ini belum tercapai sempurna, dan masih terus diperjuangkan.
"Obama menjadi Presiden Amerika juga setelah puluhan tahun Martin Luther King bicara anti-diskrimnasi kulit. Sekali lagi, jangan pernah lelah dalam berjuang, memperjuangkan idealisme," demikian Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: