Demikian disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Siarit, dengan mengutip pandangan Bung Karno. Karena itu lah, dalam waktu dekat ini, Sabam Sirait akan meluncurkan buku berjudul
Politik Itu Suci. Ini adalah buku ketiga Sabam setelah sebelumnya menulis buku berjudul
Mengerti Demokrasi dan
Meniti Demokrasi Indonesia."Jadi di antara dasar saya mengatakan dan menulis buku
Politik itu Suci, adalah perkataan Bung Karno bahwa memperjuangkan, mempertahakan dan mengisi kemerdekaan itu adalah politik," kata Sabam kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 5/11).
Namun, lanjut Sabam, bukan hanya Bung Karno saja. Ada tokoh dunia lain, yang juga mengatakan hal serupa. Misalnya Martin Luther King dan Nelson Mandela. Saat ia bertemu dengan Nelson, tokoh anti-apartheid itu mengatakan kepadanya bahwa perjuangan menghapus diskriminasi rasial dan mengusir penjajah itu juga perjuangan politik. Hal yang serupa juga dikatakan Martin Luther King dalam upaya menghapus diskrimnasi di Amerika Serikat
Lebih dari itu, Sabam juga, dalam hal mengatakan politik itu suci, terinpirasi oleh John Calvin, yang merupakan murid dari Martin Luther dan hidup di abad 16.
"Pandangan-pandangan mereka itu menjadi dasar bagi saya menulis Politik itu Suci," ungkap Sabam, sambil mengatakan bahwa peluncuran buku ini akan dilaksanakan pada 10 November mendatang, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: