Penegasan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada mantan Presiden BJ Habibie di kediaman BJ Habibie di Hamburg, Jerman, Selasa (29/10) waktu Jerman.
Prabowo yang berada di Eropa dalam rangka menghadiri beberapa pertemuan bisnis dan juga undangan silaturahmi dengan masyarakat Indonesia di Eropa, di Den Haag, Belanda mendapatkan undangan untuk makan siang dan ngopi sore
dari BJ Habibie.
Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam dalam suasana yang sangat akrab dan bersahabat, Habibie menjelaskan kepada Prabowo di kafe Seeburg dan di rumahnya bahwa siapapun yang memimpin Indonesia kedepan harus memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Indonesia, yang sejatinya dapat diwujudkan dengan transportasi udara yang baik.
"Mereka membicarakan banyak hal, terutama terkait strategi dan cita-cita mewujudkan kemandirian bangsa di sektor transportasi udara," kata Wakil Sekjen Partai Gerindra, Sudaryono yang ikut mendampingi Prabowo dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Rabu (20/10).
Sebelum pertemuan usai, Habibie mengajak Prabowo untuk berkeliling kediamannya dan duduk di bangku berwarna merah yang bersejarah.
"Prabowo, tahun 2003 lalu SBY datang ke sini dan duduk di bangku ini. Tahun berikutnya ia menjadi Presiden. Sekarang Prabowo datang tahun 2013, dan juga duduk di bangku yang sama" ujar Habibie.
[dem]
BERITA TERKAIT: