"LMND mendukung penuh dan mengintruksikan untuk seluruh kader untuk terlibat dalam perjuangan buruh," kata Ketua Umum LMND, Lamen Hendra Saputra, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 25/10).
Gerakan mogok nasional, kata Lamen, dilakukan dalam kerangka meningkatkan kesejahteraan kelompok pekerja yang selama ini menjadi bagian terpenting dari kegiatan produktif bangsa Indonesia. Latar belakang tuntutan-tuntutan buruh tersebut, berawal dari menurunnya pendapatan ril mereka yang dikarenakan, salah satunya adalah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu yang lalu.
Sehingga, lanjutnya, dengan upah yang ada saat ini, buruh tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup layak. Selain itu, komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang ditetapkan pemerintah pun tidak mengakomodasi kenyataan standar sosial bagi suatu kehidupan yang layak di masyarakat Indonesia hari ini. Misalnya tidak mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan sosial serta kebutuhan berkeluarga dan bereproduksi.
"Pemerintah harus tetapkan upah layak nasional dan memenuhi kenaikan upah minimum 50 persen," demikian Lamen.
[ysa]
BERITA TERKAIT: