Warga Harus Jadi Subjek Pembangunan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 25 Oktober 2013, 06:43 WIB
Warga Harus Jadi Subjek Pembangunan<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Program pembangunan semestinya melibatkan partisipasi warga. Pembangunan yang biasanya dipakai untuk meningkatkan taraf hidup warga sudah tak mungkin lagi dianggarkan hanya untuk menghambur-hamburkan berbagai proyek yang tak tepat guna dan tak tepat sasaran.

"Pemikiran warga adalah objek pembangunan sudah selayaknya diganti dan diubah menjadi subjek pembangunan. Dengan demikian warga dapat menentukan pilihan model proyek yang selaras dengan kepentingannya, dan harmonipun tercipta," kata Dewan Direktur Prapanca Crisis Centre (PPCC) Murni Khuarizmi melalui siaran pers di Jakarta (Jumat, 25/10).

DKI Jakarta, sebagai ibukota Republik Indonesia, lanjut Murni, menjadi barometer dari perkembangan model pembangunan partisipatif di tanah air. Dengan kondisi yang sangat kompleks sebagai salah satu kota megapolitan dunia yang memiliki penduduk 12 juta jiwa, tentu bukan pekerjaan mudah untuk memuaskan semua pihak. Apalagi dengan banyaknya pelanggaran tata ruang yang tak terkendali.

"Solusi jitu musti segera dirumuskan dan dijalankan dengan tegas dan jelas. Kejelasan, atau transparansi, menjadi titik pangkal untuk meraih dukungan warga dalam pembangunan," ungkap Murni.

Menurut Murni, informasi pembangunan terkait perkembangan kota dan khususnya terkait pembenahan lingkungan permukiman warga menjadi sangat penting. Sebab hal ini menyangkut aset warga yang sangat vital yaitu status hak milik tanah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA