Karena itulah, kata tokoh nasionalis Sabam Sirait, proses kaderisasi anggota partai harus komprehensif dan dilakukan dengan berbagai cara. Di tingkat internal misalnya, kaderisasi itu bisa dilakukan dalam acara-acara formal partai, atau pertemuan-pertemuan informal. Pendidikan kader partai juga bisa dilakukan melalui pendidikan dan pembekalan caleg. Dan kaderisasi terus dilakukan saat sang kader menjadi anggota legislatif, seperti mempelajari bagaimana RUU dibuat.
"Tentu saja, pendidikan kader ini harus diperbaiki terus menerus, tidak boleh berhenti, harus sesuai dengan kebutuhan. Pengkaderan juga bisa dilakukan dengan cara-cara berbeda, sesuai dengan perkembangan dan kondisi nasional," kata Sabam, yang merupakan politisi senior PDI Perjuangan, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 9/10).
Sabam sendiri melihat dan memandang proses kaderisasi di PDI Perjuangan saat ini sudah berhasil dengan baik. Sabam juga menyarankan agar setiap level pimpinan semakin mengintensifkan pertemuan dengan level di bawahnya.
Misalnya, pimpinan DPD di provinsi terus berkomunikasi dan melakukan pertemuan-pertemuan dengan pimpinan cabang di tingkat kabupaten/kota bahkan mungkin bisa ke tingkat kelurahan. Pun demikian, pimpinan DPC di tingkat kabupaten/kota harus intens melakukan komunikasi dan bertemu hingga ke level anggota-anggota di akar rumput secara personal.
"Dalam pertemuan itu, kader harus menyerap aspirasi masyarakat, mendengarnya, memahaminya, merumuskannya serta memperjuangkannya dengan posisi masing-masing. Kalau dia anggota DPR misalnya, maka aspirasi rakyat itu harus diperjuangkan di tingkat legislatif," ungkap Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: