Realitasnya, Koalisi Parpol Berbasis Islam Masih Jauh dari Harapan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 03 Oktober 2013, 20:08 WIB
rmol news logo Gagasan partai politik berbasis Islam melakukan koalisi terutama dalam memunculkan dan menentukan capres dan cawapres merupakan gagasan yang baik dan patut dihargai.

Tapi pada tataran realitas, hal tersebut masih sangat jauh dari harapan. Sebab, sampai hari ini belum ada komunikasi politik baik secara formal maupun informal diantara para pengambil kebijakan partai-partai berbasis Islam.

Begitu disampaikan fungsionaris Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/10).

"Kemudian kesepakatan-kesepakatan apa yang harus dimusyawarahkan diantara pengurus partai-partai berbasis Islam juga belum ada sama sekali. Bahkan duduk bersama pun belum pernah terjadi, sehingga masih jauh untuk melakukan koalisi," kata Marwan.
 
Yang tidak kalah penting, kata Ketua Fraksi PKB DPR RI itu, mengenai siapa figur yang akan diusung juga belum jelas dan belum ada kesepakatan. Padahal, figur yang akan diusung harus bisa diterima semua partai-partai yang berbasis Islam.

"Figur yang diajukan tentu yang punya popularitas dan elektabilitas tinggi, serta punya kapabilitas dan dicintai rakyat," katanya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA