"Sebuah kewajaran kalau buruh meminta kenaikan upah," kata Rizal Ramli ketika jadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan "Bakti buruh untuk Negeri dan Ibu Pertiwi Membangun Kesejahteraan Bersama" di Aula Yayasan Tenaga Kerja Indonesia, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/10).
RR, demikian Rizal Ramli disapa, mengatakan bahwa rakyat berharap harga pangan murah. Sementara kenaikan harga BBM, lebaran, dan melemahnya nilai tukar rupiah membuat sejumlah kebutuhan pangan mengalami lompatan harga. Dengan begitu daya beli rakyat pun semakin rendah.
Dia menekankan pentingnya keberpihakan Negara dan Pemerintah terhadap nasib rakyat kecil. Berbeda dengan Jepang, Cina, dan Brazil yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi dan berdampak bagi perbaikan kesejahteraan rakyatnya, pertumbuhan ekonomi kita biasa saja dan malah tidak berdampak bagi perbaikan kesejahteraan sebagian besar rakyat.
Hal ini terlihat dari rendahnya indeks pembangunan manusia (human development index/HDI) di Indonesia. Dari 187 negara yang dinilai, Indonesia berada di urutan 121. Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Thailand dan Filipina. Sedangkan Malaysia jauh meninggalkan Indponesia di posisi 64. Bahkan Singapura dan Brunei Darussalam menduduki peringkat 18 dan 30.
"Kunci memperbaikinya adalah
share growth dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat," kata Menko Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: