Popularitas Capres Bisa Direkayasa!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 26 September 2013, 13:41 WIB
Popularitas Capres Bisa Direkayasa<i>!</i>
dr. rizal ramli/rmol
rmol news logo Rakyat Indonesia harus lebih jeli dan teliti dalam memilih calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Menurut ekonom senior, DR. Rizal Ramli, empat kriteria utama pemimpin yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini.

"Nomor satu harus memiliki visi yang jelas mau dibawa kemana negara ini," jelas Rizal  saat berbicara dalam Seminar Kebangsaan yang bertajuk "Mengembalikan Ruh Bangsa yang Berdikari dan Tidak Lupa Sejarah Untuk Indonesia Baru" di Kampus UIN Jakarta (Kamis, 26/9).

Kriteria kedua harus memiliki karakter yang kuat. Sehingga sikap dan kebijakan pemimpin tidak dikendalikan oleh situasi yang tengah terjadi. "Jangan sampai menjadi bunglon," lanjut Menko Perekonomian era Pemerintahan Gus Dur ini mengingatkan.

Kriteria ketiga adalah memiliki kompetensi dan keahilan. "Presiden tidak harus tahu semuanya. Karena bisa panggil ahlinya (dalam menjalankan kebijakan). Tapi yang penting Presiden memahami permasalahan bangsa yang sedang dihadapi," tegas Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan ini.

Terakhir, baru soal popularitas. Pemimpin memang lebih baik dikenal oleh masyarakat. Namun Rizal menyayangkan, dari empat kriteria di atas, yang tengah digandrungi masyarakat hanya kriteria keempat, popularitas. "Padahal tiga karakter pertama tidak bisa direkayasa. Popularitas bisa direkayasa," tekan calon presiden paling ideal versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini.

Oleh karena itu, ia menghimbau agar masyarakat terutama kaum muda lebih jeli dalam menilai dan menentukan siapa calon pemimpin yang dipilih pada pesta demokrasi 2014 mendatang.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA