Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

WAWANCARA

Rhoma Irama: Sudah Ada Dukungan PKB Mengenai Pencapresan Saya

Kamis, 15 Agustus 2013, 09:04 WIB
Rhoma Irama: Sudah Ada Dukungan PKB Mengenai Pencapresan Saya
Rhoma Irama
rmol news logo Komunikasi yang dibangun pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan raja dangdut Rhoma Irama menimbulkan salah pengertian.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, kesepakatan yang dibangun dengan Rhoma Irama berupa komitmen untuk melakukan perjuangan bersama partai.

“Itu bukan jadi capres. Intinya, komitmen untuk berjuang bersama,” ujar Muhaimin.

Tapi bagi Rhoma Irama saat dikonfirmasi soal pernyataan Muhaimin tersebut mengatakan, PKB sudah menetapkan dirinya menjadi Capres 2014.

“Sudah ada dukungan dari PKB mengenai pencapresan saya,’’ kata Rhoma Irama kepada  Rakyat Merdeka, di Jakarta.

PKB, lanjutnya, memilih dirinya menjadi capres karena didasari kesepahaman ideologis, serta memiliki cita-cita yang sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan bermoral.

Berikut kutipan selengkapnya:

Benar nih, Anda sudah menjadi  capres dari PKB?

Ya benar. Sudah ada dukungan dari PKB tentang pencapresan saya.
 
Muhaimin Iskandar bilang, Anda bukan capres PKB, tapi hanya berkomitmen berjuang bersama partai, ini bagaimana?
Kami sudah berkomunikasi dan kami mempunyai ideologi yang sama yaitu, sama-sama ingin membangun Indonesia yang lebih maju dan bermoral.

Dukungan PKB sudah dilakukan secara tertulis?
Sudah ada dukungan. Dari awal kami sudah berkomitmen untuk bersatu memperbaiki bangsa ini agar semakin maju.
 
Anda sudah merasa yakin untuk maju menjadi capres?
Insya Allah, saya sangat mantap dan yakin. Respons umat juga luar biasa. Mereka bergairah dengan pencapresan saya. Hal ini juga yang membuat saya semakin mantap maju sebagai Capres 2014.

Anda yakin bisa memperoleh suara banyak?

Saya sangat yakin bisa mendulang suara tinggi pada Pilpres nanti. Massa Nahdlatul Ulama (NU) dan umat muslim akan memberikan suaranya kepada saya.

Kenapa Anda percaya diri sekali?
Kita harus percaya diri. Kalau enggak, kita tidak punya power.
 
Dalam beberapa survei, Anda selalu tidak masuk tiga besar, ini bagaimana?

Saya tidak peduli dengan hasil survei. Itu tidak bisa dijadikan patokan. Kalau survei, itu kan tergantung segmen mana yang diwawancarai. Tidak bisa tingkat polularitas hanya dilihat dari survei semata.

Sedangkan pemilih itu kan rakyat. Hasil survei itu bukan representatif suara rakyat, sehingga belum bisa dijadikan indikator.

Menjadi presiden itu sulit, apa yang sudah Anda persiapkan?
Ya, saya sadar itu. Saya pun sudah mempelajari berbagai hal, mulai dari ekonomi, politik, maupun sosial. Saya juga mulai rajin mengunjungi beberapa daerah. Dari situ Saya jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk membenahi nusantara ini.
 
Memang  apa yang paling mendesak diperbaiki?

Persoalan kemiskinan hingga kini masih yang harus diatasi. Sebab, kemiskinan sampai kini terus bertambah. Ini sangat memprihatinkan.

Selain itu apa lagi?
Bangsa ini semakin jauh dari nilai-nilai Ketuhanan, persatuan, musyawarah untuk mufakat, hingga keadilan sosial. Moral bangsa ini juga perlu dibenahi. Bangsa ini moralnya telah terlempar, tidak ada lagi budi pekerti. Semua terjebak pada tindakan korupsi, anarkisme dan tawuran antar suku. Ini yang juga penting diselesaikan.  Dari berbagai aspek kehidupan berbangsa, sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Akhlak sudah mulai menurun, sehingga tiada hari tanpa hujatan dan konflik. Baik konflik antar etnik, agama, dan antar warga. Begitu juga penegakan hukum. Ini harus benar-benar lebih ditegakkan lagi.

Siapa yang pantas menjadi cawapres Anda?
Saya belum memikirkan hal itu. Lagipula PKB harus fokus memenangi 20 kursi legislatif di DPR dulu. Baru setelah itu kami tentukan siapa yang pantas mendampingi Saya.
 
Apa Jokowi?

Saya belum tahu. [Harian Rakyat Merdeka]
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA