Acara yang dibalut dalam diskusi publik bertema ‘Hambatan, Tantangan, Gangguan dan Solusi Makan Bergizi Gratis’ itu dilaksanakan di Aula Pertemuan Gedung DPRD DI Yogyakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ketua DPW Aries DI Yogyakarta selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk gotong royong dalam rangka membangun bangsa dan mendukung program pemerintah.
“Semua ini berkat gotong royong dari rakyat melalui Aries. Kita terus menyuarakan kepada para pemangku kebijakan untuk kita ajak bicara. Kita harus terus berjalan sesuai Pancasila. Pancasila itu adalah pancaran sinar ilahi yang harus terus kita gelorakan,” kata Krisna.
Sementara itu, Ketua DPN Aries, Fahri Lubis menekankan kepada seluruh anggotanya untuk tidak berdemo dalam menyuarakan aspirasi.
“Di Aries ini tidak dibenarkan berdemo. Karena pengurus Aries ini adalah orang-orang intelektual yang mengerti hukum. Lebih baik membikin acara seperti ini mengajak pemangku kebijakan untuk bicara. Kita mengundang BGN untuk bicara dan sosialisasi soal MBG,” ujar Fahri.
Pihaknya berkomitmen untuk menyukseskan MBG sebagai program mulia dan menjadi prioritas dari Presiden Prabowo.
“Kita harus mendukung suksesnya program ini untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Kita minta agar MBG di Provinsi DI Yogyakarta tidak ada yang keracunan (penerimanya) dengan menjalankan prosedur yang baik dari BGN.
Merespons hal tersebut, perwakilan BGN Yogyakarta, Gagah Widyantoro menyampaikan bahwa program MBG terus mengalami perbaikan petunjuk teknis (juknis) untuk selalu mencapai adanya perbaikan.
Ia juga berkomitmen untuk terus menampung aspirasi dari masyarakat yang kemudian diteruskan kepada pimpinan.
“Gagasan MBG sudah muncul sejak 20 tahun lalu yang terus dimatangkan sampai sekarang. Melalui BGN ini kita terus melakukan audit ke seluruh SPPG untuk melaksanakan standar untuk memperbaiki kualitas,” ucap Gagah.
“Kita juga sudah dapatkan input dari auditor bahwa SPPG itu harus sesuai dengan standar Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) untuk meminimalisir timbulnya masalah terhadap isu-isu keamanan pangan,” tambahnya.
Bertindak sebagai pembicara lainnya ialah Ayu Gembirowati Frainsiska yang merupakan salah satu putri Proklamator RI Bung Karno serta Ketum KB APTSI Drs Hendra Zon dan diskusi dimoderatori Supriono.
Jalannya diskusi sangat dinamis terlihat melalui banyaknya pertanyaan, gagasan dan kritik yang membangun dari peserta yang hadir.
BERITA TERKAIT: