IMI: Reklamasi Teluk Benoa Ancam Ekosistem Laut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 04 Agustus 2013, 12:46 WIB
IMI: Reklamasi Teluk Benoa Ancam Ekosistem Laut
Teluk Benoa/net
rmol news logo Selain Gubernur Joko Widodo yang mau mereklamasi Teluk Jakarta, Gubernur Bali Mangku Pastika juga sedang ngotot mereklamasi Teluk Benoa di Selatan Pulau Bali.

Meski berbagai pemerhati lingkungan menolak reklamasi tersebut, Mangku Pastika tak bergeming, padahal reklamasi itu sangat rentan menimbulkan kerusakan ekosistem laut.

Indonesia Maritime Institute (IMI) menentang keras reklamasi di Teluk Benoa tersebut. Sekretaris Eksekutif IMI, Muhammad Nasir, menegaskan bahwa IMI menolak rencana tersebut.

"Reklamasi di Teluk Benoa berpotensi merusak ekosistem terumbu karang yang selain sebagai penopang kehidupan jutaan biota laut, juga menjadi andalan wisata bahari di Pulau Bali, jika reklamasi dilakukan maka tentu sedimentasi yang ditimbulkan akan mematikan terumbu karang dan biota lainnya," kata Nasir kepada wartawan, Minggu (4/8).

Nasir pun mendesak Gubernur Mangku Pastika untuk menghentikan rencana tersebut, dan lebih bijak dalam melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan di Bali.

"Bali itu sudah menjadi kebanggan Indonesia, jangan sampai dirusak untuk kepentingan sesaat," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA