Meski berbagai pemerhati lingkungan menolak reklamasi tersebut, Mangku Pastika tak bergeming, padahal reklamasi itu sangat rentan menimbulkan kerusakan ekosistem laut.
Indonesia Maritime Institute (IMI) menentang keras reklamasi di Teluk Benoa tersebut. Sekretaris Eksekutif IMI, Muhammad Nasir, menegaskan bahwa IMI menolak rencana tersebut.
"Reklamasi di Teluk Benoa berpotensi merusak ekosistem terumbu karang yang selain sebagai penopang kehidupan jutaan biota laut, juga menjadi andalan wisata bahari di Pulau Bali, jika reklamasi dilakukan maka tentu sedimentasi yang ditimbulkan akan mematikan terumbu karang dan biota lainnya," kata Nasir kepada wartawan, Minggu (4/8).
Nasir pun mendesak Gubernur Mangku Pastika untuk menghentikan rencana tersebut, dan lebih bijak dalam melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan di Bali.
"Bali itu sudah menjadi kebanggan Indonesia, jangan sampai dirusak untuk kepentingan sesaat," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: