Pertama, Kepala Negara mengajak umat Islam menjadi muslim yang baik. "Baik seperti apa contoh seperti Rasulullah, teladan agung, pemimpin besar di dunia," kata Presiden di hadapan masyarakat dan alim ulama seusai shalat tarawih.
Kedua, seperti dilansir
Antara, Presiden mengajak menjalankan Islam yang benar sesuai dengan firman Allah dan sunnah rasulullah. "Jangan ikuti ajaran yang menyimpang tidak sesuai Al Quran," kata Presiden mengingatkan.
Ketiga, Presiden mengajak masyarakat menebarkan kasih sayang, kerukunan dan toleransi.
"Masyarakat Indonesia masyarakat yang majemuk, berbeda dalam agama, berbeda dalam suku, daerah, dalam etnis, berbeda dalam partai politik tetapi semua harus rukun memiliki toleransi yang tinggi sambil menaburkan kasih sayang. Islam adalah agama yang mencintai keteduhan kedamaian kasih sayang," katanya.
Keempat, Presiden mengharapkan agar masyarakat menggunakan kebebasan yang dimiliki dengan cara yang bertanggung jawab. Kelima, Presiden mengajak masyarakat menceritakan kebenaran dan tidak memfitnah.
"Mari kita ceritakan kebenaran, jangan suka memfitnah. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Pemerintah yang bekerja siang malam, ada hasil yang baik katakan hasilnya baik. Meski pemerintah telah bekerja sekuat tenaga, yang belum baik, katakan yang itu belum baik. Kalau itu dikatakan oleh kita hidup lebih tenteram," ungkapnya.
Keenam, berhenti mengeluh dan terus melakukan upaya perbaikan. Ketujuh, dirinya mengharapkan dukungan masyarakat terhadap pemerintah untuk berbuat lebih baik demi masa depan bangsa dan negara.
[zul]
BERITA TERKAIT: