"Dari tiga hal ini baru survei yang sudah bisa dilihat. Survei menunjukkan bahwa posisi PDI Perjuangan berada di atas puncak elektabilitas," kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 26/7).
Saat ini, lanjut Asep, PDI Perjuangan tinggal melakukan mekanisme partai, seperti Rapimnas. Dalam Rapimnas itu misalnya dibahas soal capres yang akan diusung PDI Perjuangan, seperti misalnya Megawati atau Joko Widodo.
Di saat yang sama, lanjut Asep, capres PDI Perjuangan juga sangat tergantung pada komunikasi yang dilakukan Megawati. Komunikasi itu baik ke dalam internal, maupun komunikasi politik dengan ketua umum partai yang lain. Dalam komunikasi itu misalnya dibahas soal koalisi, bila memang PDI Perjuangan mau berkoalisi atau harus berkoalisi.
"Saya nilai, tinggal dua langkah lagi bagi PDI Perjuangan untuk menentukan capres. yaitu mekanisme partai dan komunikasi ketua umum. Dua langkah ini cukup ringan bagi PDI Perjuangan di tengah kondisi partai lain yang sibuk cari fugur dan terpuruk," demikian Asep.
[ysa]
BERITA TERKAIT: